This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 30 Juni 2014

Daerahku yang Tertinggal




Kabupaten Sambas, daerah asalku yang tercinta. 

Sambas banyak memiliki ragam budaya dan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari yang terkenal yaitu jeruk tebas, salak sekura, tenun sambas, sawit, karet dan banyak lagi lainnya.Hal ini sebenarnya membuat kita kaya dan berbangga hati, namun di balik kekayaan daerah kita tersebut ternyata masih belum bisa di katakan sepenuhnya baik, kenapa ? karena kabupaten sambas memiliki HDI ( Human Development Indeks ) urutan ke 14 dari 14 kabupaten yang ada di Kalimantan barat. Apakah ini sebuah prestasi ? tentu ini adalah sebuah keprihatinan kita bersama, karena memiliki indeks pembangunan manusia terendah. Hal ini sebaiknya bisa membuka hati dan fikiran kita, untuk membuat sesuatu yang bisa di berikan untuk daerah tercinta ini , khususnya pemuda dan mahasiswa sambas itu sendiri. HDI yang menjadi predikat kabupaten sambas sekarang jangan hanya di keluhkan, namun kita cari solusinya. Masalah pendidikan dan kesehatan yang akan terfokus dalam pembahasan kali ini.

Pendidikan  merupakan  kebutuhan  dasar  dan  usaha  sadar  untuk  menyiapkan  peserta didik melalui  kegiatan  bimbingan,  pengajaran atau latihan  bagi  peranannya  di  masa  yang akan  datang. Kesejahteraan masyarakat akan bisa terbentuk ketika sudah berhasil dalam bidang pendidikan, karena kemudahan akses dan lowongan pekerjaan akan mudah di dapat nantinya. Sebuah gambaran yang memprihatinkan adalah kondisi pendidikan dasar di salah satu kecamatan di kabupaten sambas yaitu kecamatan Sajingan Besar, merupakan kawasan perbatasan langsung dengan Biawak, Malaysia Timur atau berada kilometer 90 dari Ibukota Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Tapi kondisi jalan perbatasan yang terjal dan berlubang membuat daerah tersebut terisolir yang berujung buruknya mutu pendidikan. Seperti kekurangan tenaga guru sampai tingginya angka putus sekolah.
Perbatasan Kecamatan Sajingan Besar memiliki 1.519 siswa dari 13 sekolah dengan 76 lokal SD se-Kecamatan Sajingan. Sementara tenaga pengajar hanya berjumlah 77 orang. Bahkan ada guru yang mengajar empat mata pelajaran. Ditambah lagi tunjangan guru yang sering telat dibayar karena akses jalan yang buruk.Tenaga guru honorer yang belum diangkat. Insentif yang kurang bagi guru yang di tempatkan di pedalaman. Sehingga mereka lari dari daerah tersebut. Syarat yang tak realistis dan diterapkan bagi para pendidik. Buruknya infrastruktur juga berdampak kepada semangat siswa bersekolah menurun. Di Kecamatan Sajingan banyak siswa jarak dari rumahnya ke sekolah menempuh perjalanan jalan kaki 2-3 jam perjalanan. Banyaknya permasalahan yang timbul akibat buruknya infrastruktur bukanlah suatu masalah yang tidak bisa di atasi, jika pemerintah daerah sudah bisa fokus untuk perlahan mengatasi masalah yang menjadi momok di masyarakat.
Bukan hanya masalah pendidikan, namun masalah kesehatan juga menjadi pengaruh besar terhadap kesejahteraan masyarakat dan IPM daerah kabupaten sambas. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan kabupaten sambas Sejak Januari hingga Mei 2005 tercatat sebanyak 176 balita mengalami gizi buruk dan pada tahun 2013 di dapati 23 kasus gizi buruk yang telah di tangani. Kasus gizi buruk ini adalah karena faktor ekonomi rendah dan pengetahuan yang kurang tentang kesehatan.
Semua permasalahan di atas sangatlah kompleks, bagaimana sebuah daerah mampu berkembang baik jika kunci dasarnya saja masih bermasalah. Hal ini yang membuat kami menjadi sangat prihatin dan berinisiatif untuk membuat sebuah komunitas “ Kami Peduli Sambas “ yaitu perkumpulan mahasiswa aktif ataupun sudah lulus kuliah, khususnya bagi semua mahasiswa FKIP dan mahasiswa kesehatan yang berasal dari kabupaten sambas untuk bisa mengabdikan diri untuk setiap daerah terisolir dan yang terpencil. Kenapa terfokus kepada mahasiswa ? karena banyak mahasiswa yang berasal dari sambas yang sudah lulus kuliah lebih memilih untuk mengabdi atau menetapkan diri untuk bekerja di kota besar seperti Pontianak. Sehingga daerah tetaplah menjadi daerah tertinggal. Melalui komunitas “ Kami Peduli Sambas “ akan di tanamkan jiwa cinta daerah sendiri, mengabdi kepada masyarakat, memperbaiki dan mananggulangi secara perlahan untuk semua kasusu yang telah di paparkan di atas. Kegiatan dapat berupa pengabdian untuk menjadi guru di daerah perbatasan dan terisolir yang minim tenaga pengajar, pengabdian untuk kesehatan masyarakat, tenaga promosi kesehatan, dan pengawasan terhadap setiap masalah kesehatan. Impian ini bukan hanya sekedar harapan, namun keinginan yang nantinya dapat terealisasi, tentunya berharap pula mendapat dukungan serta kerjasama dari pemerintah daerah setempat.

Kamis, 12 Juni 2014

Thufail bin Amr Ad-Dausi



(As-Sirahmuslimin)Thufail bin Amr ad-Dausi. Namanya Thufail bin Amr bin Tharif bin Ash Ad-Dausi(dusi) Al-Azdi, adalah kepala kabilah Daus pada masa jahiliyah. Dia termasuk bangsawan Arab yang terpandang, seorang pemimpin yang memiliki kharisma serta kewibawaan yang tinggi dan diperhitungkan orang. Periuknya tidak pernah turun dari tungku. Pintu rumahnya tidak pernah tertutup bagi orang-orang yang bertamu, melindungi orang yang sedang ketakutan dan membantu setiap penganggur.
Di samping itu, dia pujangga yang pintar dan cerdas, penyair yang tajam dan berperasaan halus. Selalu tanggap terhadap kenyataan-kenyataan yang manis dan yang pahit. Karya-karyanya mempesona bagaikan sihir.
Pada suatu ketika, thufail meninggalkan negrinya, tihmah (dataran rendah sepanjang laut merah) menuju Makkah. Waktu itu pertentangan antara Rasululloh shallallahu Alaihi wa sallam dengan kafir Quraisy semakin nyata. Masing-masing pihak berusaha memperoleh pengikut atau simpatisan guna memperkuat golongannya. Untuk itu, senjata Rasululloh shallallahu Alaihi wa sallam hanya berdo’a kepada Tuhannya,disertai iman dan kebenaran yang dibawanya. Sedangkan kaum kafir Quraisy menegakan impian mereka dengan kekuatan senjata,dan dengan segala macam cara untuk menghalangi orang banyak menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW.
Thufail terlibat dalam kemelut ini tanpa disengaja, karena kedatangannya ke makkah itu bukan untuk melibatkan diri. Bahkan pertentangan antara Nabi Muhammad dengan kaum Quraisy belum pernah terlintas dalam pikirannya sebelum itu.
·                    Thufail Ke Makkah
Kedatangannya ke Makkah di sambut dengan hangat. Ia ditempatkan di sebuah rumah istimewa. Kemudian para pemimpin dan pembesar Quraisy berdatangan menemuinya. Hai thufail, kami sangat gembira Anda datang ke Negeri kami,walaupun negeri kami sedang dilanda kemelut. Orang yang mendakwahkan diri menjadi Nabi itu (Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam) telah merusak agama kita,merusak kerukunan kita,dan memecah belah persatuan kita semua. Kami khawatir dia akan mempengaruhi Anda pula. Kemudian dengan kepemimpinan Anda, di pengaruhinya pula kaum Anda, seperti yang terjadi pada kami.
·        Pesan Orang Quraisy kepada Thufail
karena itu janganlah Anda dekati orang itu, jangan berbicara dengannya dan jangan pula mendengarkan kata-katanya. Sebab kalau dia berbicara, kata-katanya bagaikan sihir. Perkataannya dapat memisahkan anak dengan bapak, merenggangkan saudara sesama saudara dan menceraikan istri dengan suami. Mereka terus menceritakan hal yang aneh-aneh kepada Thufail. mereka menakut-nakutkannya dengan keanehan-keanehan yang pernah dilakukan Nabi Muhammad. Thufail dilarang bicara bahkan mendengar ucapan Nabi Muhammad dan kaum muslimin sedikitpun.
·        Thufail bertemu Nabi Muhammad
Pada suatu pagi Thufail pergi ke masjid hendak tawaf di Ka’bah,dan mengambil berkah dari berhala-berhala yang ia puja. Hal seperti itu biasa dia lakukan ketika musim haji. Ia menyumbat telinganya dengan kapas,karena takut mendengar suara Nabi Muhammad dan pengikutnnya.
Tetapi ketika masuk ke masjid, ia melihat Muhammad sedang shalat dalam Ka’bah. Thufail terpesona melihat shalat Nabi yang tidak sama dengan shalatnya. Sedikit demi sedikit ia bergerak menghampiri Nabi, sehingga akhirnya ia berada dekat sekali dengannya. Alloh subhanahu wa Ta’ala menakdirkan Thufail mendengar apa yang dibaca nabi. Thufail berkata kepada dirinya sendiri , “Betapa celakanya engkau, hai Thufail! Engkau seorang pujangga dan penyair. Engkau tahu membedakan mana yang indah dan yang buruk. Apa salahnya kalau engkau dengarkan dia bertutur? Mana yang baik boleh engkau ambil, mana yang buruk tinggalkan!”
Thufail bagaikan terpaku di tempatnya. Ketika Rasululloh pulang,ia pun mengikutinya sampai ke rumah dan memuinya. Di hadapan Rasululloh ia bertanta, “Ya Muhammad, sesungguhnya kaum Anda berkata kepadaku tentang diri Anda begini dan begitu. Mereka menakut-nakutiku dengan urusan agama Anda. Oleh karena itu, aku menyumbat telingaku dengan kapas agar tidak mendengar sesuatu dari Anda. Tetapi Alloh menghendaki supaya aku mendengar sesuatu dari Anda. Ternyata apa yang Anda ucapkan semuanya benar dan bagus. Maka ajarkanlah kepadaku agama Anda itu!”
·        Thufail Masuk Islam
Rasulullah SAW mengajarkan kepadanya agama islam. Dibacakannya AL ikhlas dan AL falaq . sejak saat itu ia masuk Islam. Dan menetap di makah beberapa lama,mempelajari Agama Islam. Ia mengahafal Ayat-ayat Al- qur’an yang dapat ia hafal. Ketika hendak bermaksud kembali kepada kaumnya,”Ya Rasulullah, aku ini pemimpin yang dipatuhi oleh kaumku. Aku bermaksud hendak kembali kepada mereka dan mengajak mereka masuk Islam. Tolonglah do’akan kepada Allah SWT semoga Allah memberiku bukti bukti nyata yang dapat memperkuiat dakhwahku kepada mereka,supaya mereka masuk Islam. Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam pun segera berdo’a agar Thufail dijadikan baginya tanda supaya kaumnya semakin percaya kepada Thufail.
·        Mendapat Cahaya di Tongkatnya
Ditengah perjalanan pulang,keluarlah suatu cahaya diantara kedua mata Thufail seperti lampu. Thufail berdo’a Ya Alloh, pindahkan lah cahaya ini ke tempat lain ,karena kalau cahaya ini terletak di antara kedua mataku,aku hawatir kalau-kalau kaumku manyangka mataku telah kena sihir lantaran meninggalkan agama berhala.
Dengan izin Alloh cahaya itu dipindahkan ke ujung tongkatnya,bagaikan sebuah kendil tergantung. Setelah berada di tengah-tengah kaumnya, yang pertama tama mendatanginya adalah bapaknya sendiri. Beliau sudah berusia lanjut.
·        Keluarga Thufai masuk Islam
Ketika Thufail menawarkan Islam kepada bapak dan istrinya, mereka mau mengikuti ajaran Islam. Namun saat ia menyeru kaumnya tak seorang pun dari mereka yang mau mendengar seruan Thufail, kecuali Abu Hurairah. Dia paling cepat memenuhi panggilan Islam. Thufail datang memenuhi Rasulullah SAW di Mekah bersama Abu Hurairah. Rasulullah SAW bertanya, bagaimanakah perkembangan dakwahmu, hai Thufail? Hati kaumku masih tertutup dan sangat kafir.Sungguh seluruh kaumku, Kabilah Daus, masih sesat durhaka, jawab Thufail. Rasulullah SAW pergi mengambil wudhu’,kemudian beliau shalat. Sesudah shalar beliau menadahkan kedua tangannya ke langit, lalu berdo’a. Pada saat itu Abu Hurairah merasa khawatir jangan-jangan Rasulullah mendo’akan agar kabilah daus celaka. Tetapi sebaliknya, Rasulullah mendo’akan agar Allah memberikan hidayah kepada kaum Daus.Rasulullah segera menyuruh pulang. Dan benar saja, saat Thufail menyeru kaumnya, mereka segera menyambut ajakan Thufail. Sejak itu hingga Rasulullah hijrah, Thufail meneap di negrinya.
·        Perang Badar
Sementara Itu terjadi perang Badar, perang Uhud, dan perang Khandaq. Thufail datang menghadap Rasulullah SAW dengan membawa 80 keluarga muslim Daus, yang keislamannya tidak diasingkan lagi. Rasulullah menyambut gembira kedatangan mereka. Dan sesuai dengan permohonan Thufail dan kaumnya, Rasulullah menempatkan mereka di sayap kanan pasukan Nabi. Dan kompi muslimin Daus ini dinamakan Kompi Mabrur. Sejak saat itu, Thufail selalu mendampingi Rasulullah.

Fathu Makkah
Setalah pembebasan kota Mekah, Thufail minta izin kepada Rasulullah, agar dibolehkan pergi ke Dzil Kafain untuk musnahkan berhala-berhala yang ada di sana. Rasulullah memberi izin kepada Thufail. Dia berangkat ke tempat berhala tersebut dengan satu regu tentara dari pasukannya. Sewaktu sampai disana dan mereka bersiap handak membakar berhala Dzil Kafain, berkerumunlah kaum laki-laki, perempuan dan anak-anak sekitar mereka, menunggu-nuggu apa yang akan terjadi. Mereka menduga akan terjadi petir dan halilintar, bila regu Thufail menjamah berhala Dzil Kafain itu. Tetapi Thufaildengan menatap menuju berhala itu disaksikan para pemujanya sendiri. Beliau menyulutkan api tepat di jantung Dzil Kafail, sambil bersajak :
Hai Dzil Kafain, kami bukanlah pemujamu. Kelahiran kami lebih dahulu dari pada keberadaanmu. Inilah aku, menyulutkn api di jantungmu! Setelah api melahap habis patung-patung Dzil Kafain, sirna pulalah sisa-sisa kemusyrikan dalam kabilah Daus. Seluruh kabiah Daus masuk Islam, dan menjadi muslim-muslim sejati. Thufail bin Amr Ad-Dausy senantiasa mendampingi Rasulullah SAW sampai beliau wafat. Ketika Abu Bakar menjadi Khalifah. Thufail dan anak buahnya patuh kepada pemerintahan Khalifah Abu Bakar. Tatkala berkecamuk peperenganmembasmi orang-orang murtad, Thufail paling dahulu pergi berperang bersama-sama tentara muslimmemerengi musailamah Al-Kadzhab (Musailamah si Pembohong). Begitu putra beliau, Amr bin Thufail yang selalu saja tak mau ketinggalan.
Thufail bermimpi ketika menuju Yamamah
Ketika Thufail dalam perjalanan menuju ke Yamamah (kawasan tempat musailamah menyebarkan pahamnya yang murtad), dia bermimpi, Aku bermimpi. Cobalah kalian ta’birkan mimpiku ini,” kata Thufail kepada sahabat-sahabatnya Bagaimana mimpi anda? Tanya kawan-kawanya. Aku bermimpi kepalaku dicukur. Seekor burung keluar dari mulutku, kemudian seorang perempuan memasukanku ke dalam perutnya. Anakku Amr menuntut dengan sungguh-sungguh supaya dibolehkan ikut bersamaku. Tetapi dia tak dapat berbuet apa-apa karena antara aku dan dia ada dinding.”
Sebuh mimpi nan indah! komentar kawan-kawan tanpa membarikan penafsiran sedikit pun.
Akhirnya Thufail sendiri yang menta’birkan, Sekarang, baiklah aku ta’birkan sendiri. Kepalaku dicukur, artinya kepalaku dipotong orang. Burung keluar dari mulutku, artinya nyawaku dari jasadku. Seorang perempuan memasukanku ke dalam perutnya, artinya tanah digali orang, lalu dikuburkan. Aku berharap semoga aku tewas sebagai syahid. Adapun tuntutan anakku, dia juga berharap mati syahid seperti aku. Tetapi permintaanya dikabulkan kemudian.
Thufail Meninggal
Dalam pertempuran memerangi pasukan Musailamah Al-Kadzab di Yamamah, sahabat yang mulia ini, yaitu Thufail Ibnu Amr Ad-Dausy, mendapat cidera sehingga dia terbanting dan tewas di medan tempur. Putranya, Amr, meneruskan peperangan hingga tangan kanannya buntung. Setelah itu dia kembali ke Madinah meninggalkan tangan sebalah dan jenazah bapaknya di medan tempur Yamamah.

Tatkalah Khalifah Umar bin Khatthab memerintah, Amr binti Thufail (putera Thufail) pernah datang ke majlis Khalifah. Ketika dia sedang berada dalam majlis, makanan pun dihidangkan orang. Orang-orang yang duduk dalam majlis mengajak Amr supaya turut makanbersama-sama. Tetapi ‘Amrmenolak dan menjauh.

Mengapa? tanya Khalifah. Barangkali engkau lebih senang makan belakangan, karena malu dengan tanganmu itu. Betul, ya Amirul Mu’minin! jawab Amr. Kata Khalifah, Demi Allah! Aku tidak akan memakan makanan ini, sebelum ia kau sentuh dengan tanganmu yang buntung itu. Demi Allah! Tidak seorang pun juga yang sebagian tubuhnya telah berada di syurga, melainkan hanya engkau. Mimpi Thufail menjadi kenyataan semuanya. Tatkala terjadi perang Yarmuk, Amr bin Thufail turut pula berperang bersama-sama dengan tentara muslimin. Amr tewas dalam peperangan itu sebagai syuhada’,seperti yang diharapkan bapaknya. Semoga Allah memberi rahmat kepada Thufail yang gugur diperang Yamamah dan putranya, Amr, yang syahid di medan tempur Yarmuk


Minggu, 08 Juni 2014

Mereka banyak memberiku pelajaran

Assalamualaikum,
sudah lama sekali rasanya aku tidak mencoret-coret wall blog ku ini, kesibukan yang menyita waktu, dan urusan-urusan kuliah juga menjadi alasan salah satunya.

untuk kali ini aku ingin menceritakan sebuah pengalaman baruku, aku bingung mau memulainya dari mana :D

Bulan Mei 2014 kemarin aku mendapat tugas kuliah dari dosen KLPP ( Kesehatan Lingkungan Perkotaan dan Pedesaan ) terkait dengan tugas ini,kami semua harus mencari responden yang mempunyai rumah tidak layak huni dan tidak sehat ., untuk di wawancarai.

kebetulan saat itu aku dan adik sepupuku ( Ayuning Aulia ) jadi 1 kelompok, dan hanya kami berdua. kami mencari responden dengan susah payah namun beruntunglah teman dari adik sepupuku merekomendasikan seseorang yang masuk dalam kategori yang aku sebut di atas. temannya Ayu merekomendasikan ke sebuah perkampungan pemulung salah satu nama daerah yang belum pernah ku dengar di pontianak, namun aku mendapat rute , kalau dari jalan media depan mega Mall juga bisa, dari tanjung sari juga bisa, ahh entahlah kalau soal jalan aku tidak jago heheh :D


Total Pageviews

Senin, 30 Juni 2014

Daerahku yang Tertinggal




Kabupaten Sambas, daerah asalku yang tercinta. 

Sambas banyak memiliki ragam budaya dan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari yang terkenal yaitu jeruk tebas, salak sekura, tenun sambas, sawit, karet dan banyak lagi lainnya.Hal ini sebenarnya membuat kita kaya dan berbangga hati, namun di balik kekayaan daerah kita tersebut ternyata masih belum bisa di katakan sepenuhnya baik, kenapa ? karena kabupaten sambas memiliki HDI ( Human Development Indeks ) urutan ke 14 dari 14 kabupaten yang ada di Kalimantan barat. Apakah ini sebuah prestasi ? tentu ini adalah sebuah keprihatinan kita bersama, karena memiliki indeks pembangunan manusia terendah. Hal ini sebaiknya bisa membuka hati dan fikiran kita, untuk membuat sesuatu yang bisa di berikan untuk daerah tercinta ini , khususnya pemuda dan mahasiswa sambas itu sendiri. HDI yang menjadi predikat kabupaten sambas sekarang jangan hanya di keluhkan, namun kita cari solusinya. Masalah pendidikan dan kesehatan yang akan terfokus dalam pembahasan kali ini.

Pendidikan  merupakan  kebutuhan  dasar  dan  usaha  sadar  untuk  menyiapkan  peserta didik melalui  kegiatan  bimbingan,  pengajaran atau latihan  bagi  peranannya  di  masa  yang akan  datang. Kesejahteraan masyarakat akan bisa terbentuk ketika sudah berhasil dalam bidang pendidikan, karena kemudahan akses dan lowongan pekerjaan akan mudah di dapat nantinya. Sebuah gambaran yang memprihatinkan adalah kondisi pendidikan dasar di salah satu kecamatan di kabupaten sambas yaitu kecamatan Sajingan Besar, merupakan kawasan perbatasan langsung dengan Biawak, Malaysia Timur atau berada kilometer 90 dari Ibukota Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Tapi kondisi jalan perbatasan yang terjal dan berlubang membuat daerah tersebut terisolir yang berujung buruknya mutu pendidikan. Seperti kekurangan tenaga guru sampai tingginya angka putus sekolah.
Perbatasan Kecamatan Sajingan Besar memiliki 1.519 siswa dari 13 sekolah dengan 76 lokal SD se-Kecamatan Sajingan. Sementara tenaga pengajar hanya berjumlah 77 orang. Bahkan ada guru yang mengajar empat mata pelajaran. Ditambah lagi tunjangan guru yang sering telat dibayar karena akses jalan yang buruk.Tenaga guru honorer yang belum diangkat. Insentif yang kurang bagi guru yang di tempatkan di pedalaman. Sehingga mereka lari dari daerah tersebut. Syarat yang tak realistis dan diterapkan bagi para pendidik. Buruknya infrastruktur juga berdampak kepada semangat siswa bersekolah menurun. Di Kecamatan Sajingan banyak siswa jarak dari rumahnya ke sekolah menempuh perjalanan jalan kaki 2-3 jam perjalanan. Banyaknya permasalahan yang timbul akibat buruknya infrastruktur bukanlah suatu masalah yang tidak bisa di atasi, jika pemerintah daerah sudah bisa fokus untuk perlahan mengatasi masalah yang menjadi momok di masyarakat.
Bukan hanya masalah pendidikan, namun masalah kesehatan juga menjadi pengaruh besar terhadap kesejahteraan masyarakat dan IPM daerah kabupaten sambas. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan kabupaten sambas Sejak Januari hingga Mei 2005 tercatat sebanyak 176 balita mengalami gizi buruk dan pada tahun 2013 di dapati 23 kasus gizi buruk yang telah di tangani. Kasus gizi buruk ini adalah karena faktor ekonomi rendah dan pengetahuan yang kurang tentang kesehatan.
Semua permasalahan di atas sangatlah kompleks, bagaimana sebuah daerah mampu berkembang baik jika kunci dasarnya saja masih bermasalah. Hal ini yang membuat kami menjadi sangat prihatin dan berinisiatif untuk membuat sebuah komunitas “ Kami Peduli Sambas “ yaitu perkumpulan mahasiswa aktif ataupun sudah lulus kuliah, khususnya bagi semua mahasiswa FKIP dan mahasiswa kesehatan yang berasal dari kabupaten sambas untuk bisa mengabdikan diri untuk setiap daerah terisolir dan yang terpencil. Kenapa terfokus kepada mahasiswa ? karena banyak mahasiswa yang berasal dari sambas yang sudah lulus kuliah lebih memilih untuk mengabdi atau menetapkan diri untuk bekerja di kota besar seperti Pontianak. Sehingga daerah tetaplah menjadi daerah tertinggal. Melalui komunitas “ Kami Peduli Sambas “ akan di tanamkan jiwa cinta daerah sendiri, mengabdi kepada masyarakat, memperbaiki dan mananggulangi secara perlahan untuk semua kasusu yang telah di paparkan di atas. Kegiatan dapat berupa pengabdian untuk menjadi guru di daerah perbatasan dan terisolir yang minim tenaga pengajar, pengabdian untuk kesehatan masyarakat, tenaga promosi kesehatan, dan pengawasan terhadap setiap masalah kesehatan. Impian ini bukan hanya sekedar harapan, namun keinginan yang nantinya dapat terealisasi, tentunya berharap pula mendapat dukungan serta kerjasama dari pemerintah daerah setempat.

Kamis, 12 Juni 2014

Thufail bin Amr Ad-Dausi



(As-Sirahmuslimin)Thufail bin Amr ad-Dausi. Namanya Thufail bin Amr bin Tharif bin Ash Ad-Dausi(dusi) Al-Azdi, adalah kepala kabilah Daus pada masa jahiliyah. Dia termasuk bangsawan Arab yang terpandang, seorang pemimpin yang memiliki kharisma serta kewibawaan yang tinggi dan diperhitungkan orang. Periuknya tidak pernah turun dari tungku. Pintu rumahnya tidak pernah tertutup bagi orang-orang yang bertamu, melindungi orang yang sedang ketakutan dan membantu setiap penganggur.
Di samping itu, dia pujangga yang pintar dan cerdas, penyair yang tajam dan berperasaan halus. Selalu tanggap terhadap kenyataan-kenyataan yang manis dan yang pahit. Karya-karyanya mempesona bagaikan sihir.
Pada suatu ketika, thufail meninggalkan negrinya, tihmah (dataran rendah sepanjang laut merah) menuju Makkah. Waktu itu pertentangan antara Rasululloh shallallahu Alaihi wa sallam dengan kafir Quraisy semakin nyata. Masing-masing pihak berusaha memperoleh pengikut atau simpatisan guna memperkuat golongannya. Untuk itu, senjata Rasululloh shallallahu Alaihi wa sallam hanya berdo’a kepada Tuhannya,disertai iman dan kebenaran yang dibawanya. Sedangkan kaum kafir Quraisy menegakan impian mereka dengan kekuatan senjata,dan dengan segala macam cara untuk menghalangi orang banyak menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW.
Thufail terlibat dalam kemelut ini tanpa disengaja, karena kedatangannya ke makkah itu bukan untuk melibatkan diri. Bahkan pertentangan antara Nabi Muhammad dengan kaum Quraisy belum pernah terlintas dalam pikirannya sebelum itu.
·                    Thufail Ke Makkah
Kedatangannya ke Makkah di sambut dengan hangat. Ia ditempatkan di sebuah rumah istimewa. Kemudian para pemimpin dan pembesar Quraisy berdatangan menemuinya. Hai thufail, kami sangat gembira Anda datang ke Negeri kami,walaupun negeri kami sedang dilanda kemelut. Orang yang mendakwahkan diri menjadi Nabi itu (Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam) telah merusak agama kita,merusak kerukunan kita,dan memecah belah persatuan kita semua. Kami khawatir dia akan mempengaruhi Anda pula. Kemudian dengan kepemimpinan Anda, di pengaruhinya pula kaum Anda, seperti yang terjadi pada kami.
·        Pesan Orang Quraisy kepada Thufail
karena itu janganlah Anda dekati orang itu, jangan berbicara dengannya dan jangan pula mendengarkan kata-katanya. Sebab kalau dia berbicara, kata-katanya bagaikan sihir. Perkataannya dapat memisahkan anak dengan bapak, merenggangkan saudara sesama saudara dan menceraikan istri dengan suami. Mereka terus menceritakan hal yang aneh-aneh kepada Thufail. mereka menakut-nakutkannya dengan keanehan-keanehan yang pernah dilakukan Nabi Muhammad. Thufail dilarang bicara bahkan mendengar ucapan Nabi Muhammad dan kaum muslimin sedikitpun.
·        Thufail bertemu Nabi Muhammad
Pada suatu pagi Thufail pergi ke masjid hendak tawaf di Ka’bah,dan mengambil berkah dari berhala-berhala yang ia puja. Hal seperti itu biasa dia lakukan ketika musim haji. Ia menyumbat telinganya dengan kapas,karena takut mendengar suara Nabi Muhammad dan pengikutnnya.
Tetapi ketika masuk ke masjid, ia melihat Muhammad sedang shalat dalam Ka’bah. Thufail terpesona melihat shalat Nabi yang tidak sama dengan shalatnya. Sedikit demi sedikit ia bergerak menghampiri Nabi, sehingga akhirnya ia berada dekat sekali dengannya. Alloh subhanahu wa Ta’ala menakdirkan Thufail mendengar apa yang dibaca nabi. Thufail berkata kepada dirinya sendiri , “Betapa celakanya engkau, hai Thufail! Engkau seorang pujangga dan penyair. Engkau tahu membedakan mana yang indah dan yang buruk. Apa salahnya kalau engkau dengarkan dia bertutur? Mana yang baik boleh engkau ambil, mana yang buruk tinggalkan!”
Thufail bagaikan terpaku di tempatnya. Ketika Rasululloh pulang,ia pun mengikutinya sampai ke rumah dan memuinya. Di hadapan Rasululloh ia bertanta, “Ya Muhammad, sesungguhnya kaum Anda berkata kepadaku tentang diri Anda begini dan begitu. Mereka menakut-nakutiku dengan urusan agama Anda. Oleh karena itu, aku menyumbat telingaku dengan kapas agar tidak mendengar sesuatu dari Anda. Tetapi Alloh menghendaki supaya aku mendengar sesuatu dari Anda. Ternyata apa yang Anda ucapkan semuanya benar dan bagus. Maka ajarkanlah kepadaku agama Anda itu!”
·        Thufail Masuk Islam
Rasulullah SAW mengajarkan kepadanya agama islam. Dibacakannya AL ikhlas dan AL falaq . sejak saat itu ia masuk Islam. Dan menetap di makah beberapa lama,mempelajari Agama Islam. Ia mengahafal Ayat-ayat Al- qur’an yang dapat ia hafal. Ketika hendak bermaksud kembali kepada kaumnya,”Ya Rasulullah, aku ini pemimpin yang dipatuhi oleh kaumku. Aku bermaksud hendak kembali kepada mereka dan mengajak mereka masuk Islam. Tolonglah do’akan kepada Allah SWT semoga Allah memberiku bukti bukti nyata yang dapat memperkuiat dakhwahku kepada mereka,supaya mereka masuk Islam. Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam pun segera berdo’a agar Thufail dijadikan baginya tanda supaya kaumnya semakin percaya kepada Thufail.
·        Mendapat Cahaya di Tongkatnya
Ditengah perjalanan pulang,keluarlah suatu cahaya diantara kedua mata Thufail seperti lampu. Thufail berdo’a Ya Alloh, pindahkan lah cahaya ini ke tempat lain ,karena kalau cahaya ini terletak di antara kedua mataku,aku hawatir kalau-kalau kaumku manyangka mataku telah kena sihir lantaran meninggalkan agama berhala.
Dengan izin Alloh cahaya itu dipindahkan ke ujung tongkatnya,bagaikan sebuah kendil tergantung. Setelah berada di tengah-tengah kaumnya, yang pertama tama mendatanginya adalah bapaknya sendiri. Beliau sudah berusia lanjut.
·        Keluarga Thufai masuk Islam
Ketika Thufail menawarkan Islam kepada bapak dan istrinya, mereka mau mengikuti ajaran Islam. Namun saat ia menyeru kaumnya tak seorang pun dari mereka yang mau mendengar seruan Thufail, kecuali Abu Hurairah. Dia paling cepat memenuhi panggilan Islam. Thufail datang memenuhi Rasulullah SAW di Mekah bersama Abu Hurairah. Rasulullah SAW bertanya, bagaimanakah perkembangan dakwahmu, hai Thufail? Hati kaumku masih tertutup dan sangat kafir.Sungguh seluruh kaumku, Kabilah Daus, masih sesat durhaka, jawab Thufail. Rasulullah SAW pergi mengambil wudhu’,kemudian beliau shalat. Sesudah shalar beliau menadahkan kedua tangannya ke langit, lalu berdo’a. Pada saat itu Abu Hurairah merasa khawatir jangan-jangan Rasulullah mendo’akan agar kabilah daus celaka. Tetapi sebaliknya, Rasulullah mendo’akan agar Allah memberikan hidayah kepada kaum Daus.Rasulullah segera menyuruh pulang. Dan benar saja, saat Thufail menyeru kaumnya, mereka segera menyambut ajakan Thufail. Sejak itu hingga Rasulullah hijrah, Thufail meneap di negrinya.
·        Perang Badar
Sementara Itu terjadi perang Badar, perang Uhud, dan perang Khandaq. Thufail datang menghadap Rasulullah SAW dengan membawa 80 keluarga muslim Daus, yang keislamannya tidak diasingkan lagi. Rasulullah menyambut gembira kedatangan mereka. Dan sesuai dengan permohonan Thufail dan kaumnya, Rasulullah menempatkan mereka di sayap kanan pasukan Nabi. Dan kompi muslimin Daus ini dinamakan Kompi Mabrur. Sejak saat itu, Thufail selalu mendampingi Rasulullah.

Fathu Makkah
Setalah pembebasan kota Mekah, Thufail minta izin kepada Rasulullah, agar dibolehkan pergi ke Dzil Kafain untuk musnahkan berhala-berhala yang ada di sana. Rasulullah memberi izin kepada Thufail. Dia berangkat ke tempat berhala tersebut dengan satu regu tentara dari pasukannya. Sewaktu sampai disana dan mereka bersiap handak membakar berhala Dzil Kafain, berkerumunlah kaum laki-laki, perempuan dan anak-anak sekitar mereka, menunggu-nuggu apa yang akan terjadi. Mereka menduga akan terjadi petir dan halilintar, bila regu Thufail menjamah berhala Dzil Kafain itu. Tetapi Thufaildengan menatap menuju berhala itu disaksikan para pemujanya sendiri. Beliau menyulutkan api tepat di jantung Dzil Kafail, sambil bersajak :
Hai Dzil Kafain, kami bukanlah pemujamu. Kelahiran kami lebih dahulu dari pada keberadaanmu. Inilah aku, menyulutkn api di jantungmu! Setelah api melahap habis patung-patung Dzil Kafain, sirna pulalah sisa-sisa kemusyrikan dalam kabilah Daus. Seluruh kabiah Daus masuk Islam, dan menjadi muslim-muslim sejati. Thufail bin Amr Ad-Dausy senantiasa mendampingi Rasulullah SAW sampai beliau wafat. Ketika Abu Bakar menjadi Khalifah. Thufail dan anak buahnya patuh kepada pemerintahan Khalifah Abu Bakar. Tatkala berkecamuk peperenganmembasmi orang-orang murtad, Thufail paling dahulu pergi berperang bersama-sama tentara muslimmemerengi musailamah Al-Kadzhab (Musailamah si Pembohong). Begitu putra beliau, Amr bin Thufail yang selalu saja tak mau ketinggalan.
Thufail bermimpi ketika menuju Yamamah
Ketika Thufail dalam perjalanan menuju ke Yamamah (kawasan tempat musailamah menyebarkan pahamnya yang murtad), dia bermimpi, Aku bermimpi. Cobalah kalian ta’birkan mimpiku ini,” kata Thufail kepada sahabat-sahabatnya Bagaimana mimpi anda? Tanya kawan-kawanya. Aku bermimpi kepalaku dicukur. Seekor burung keluar dari mulutku, kemudian seorang perempuan memasukanku ke dalam perutnya. Anakku Amr menuntut dengan sungguh-sungguh supaya dibolehkan ikut bersamaku. Tetapi dia tak dapat berbuet apa-apa karena antara aku dan dia ada dinding.”
Sebuh mimpi nan indah! komentar kawan-kawan tanpa membarikan penafsiran sedikit pun.
Akhirnya Thufail sendiri yang menta’birkan, Sekarang, baiklah aku ta’birkan sendiri. Kepalaku dicukur, artinya kepalaku dipotong orang. Burung keluar dari mulutku, artinya nyawaku dari jasadku. Seorang perempuan memasukanku ke dalam perutnya, artinya tanah digali orang, lalu dikuburkan. Aku berharap semoga aku tewas sebagai syahid. Adapun tuntutan anakku, dia juga berharap mati syahid seperti aku. Tetapi permintaanya dikabulkan kemudian.
Thufail Meninggal
Dalam pertempuran memerangi pasukan Musailamah Al-Kadzab di Yamamah, sahabat yang mulia ini, yaitu Thufail Ibnu Amr Ad-Dausy, mendapat cidera sehingga dia terbanting dan tewas di medan tempur. Putranya, Amr, meneruskan peperangan hingga tangan kanannya buntung. Setelah itu dia kembali ke Madinah meninggalkan tangan sebalah dan jenazah bapaknya di medan tempur Yamamah.

Tatkalah Khalifah Umar bin Khatthab memerintah, Amr binti Thufail (putera Thufail) pernah datang ke majlis Khalifah. Ketika dia sedang berada dalam majlis, makanan pun dihidangkan orang. Orang-orang yang duduk dalam majlis mengajak Amr supaya turut makanbersama-sama. Tetapi ‘Amrmenolak dan menjauh.

Mengapa? tanya Khalifah. Barangkali engkau lebih senang makan belakangan, karena malu dengan tanganmu itu. Betul, ya Amirul Mu’minin! jawab Amr. Kata Khalifah, Demi Allah! Aku tidak akan memakan makanan ini, sebelum ia kau sentuh dengan tanganmu yang buntung itu. Demi Allah! Tidak seorang pun juga yang sebagian tubuhnya telah berada di syurga, melainkan hanya engkau. Mimpi Thufail menjadi kenyataan semuanya. Tatkala terjadi perang Yarmuk, Amr bin Thufail turut pula berperang bersama-sama dengan tentara muslimin. Amr tewas dalam peperangan itu sebagai syuhada’,seperti yang diharapkan bapaknya. Semoga Allah memberi rahmat kepada Thufail yang gugur diperang Yamamah dan putranya, Amr, yang syahid di medan tempur Yarmuk


Minggu, 08 Juni 2014

Mereka banyak memberiku pelajaran

Assalamualaikum,
sudah lama sekali rasanya aku tidak mencoret-coret wall blog ku ini, kesibukan yang menyita waktu, dan urusan-urusan kuliah juga menjadi alasan salah satunya.

untuk kali ini aku ingin menceritakan sebuah pengalaman baruku, aku bingung mau memulainya dari mana :D

Bulan Mei 2014 kemarin aku mendapat tugas kuliah dari dosen KLPP ( Kesehatan Lingkungan Perkotaan dan Pedesaan ) terkait dengan tugas ini,kami semua harus mencari responden yang mempunyai rumah tidak layak huni dan tidak sehat ., untuk di wawancarai.

kebetulan saat itu aku dan adik sepupuku ( Ayuning Aulia ) jadi 1 kelompok, dan hanya kami berdua. kami mencari responden dengan susah payah namun beruntunglah teman dari adik sepupuku merekomendasikan seseorang yang masuk dalam kategori yang aku sebut di atas. temannya Ayu merekomendasikan ke sebuah perkampungan pemulung salah satu nama daerah yang belum pernah ku dengar di pontianak, namun aku mendapat rute , kalau dari jalan media depan mega Mall juga bisa, dari tanjung sari juga bisa, ahh entahlah kalau soal jalan aku tidak jago heheh :D