Sabtu, 08 Maret 2014

ANTOLOGI ku yang ke 2 Yuhuuu



Coretan Penaku Menjadi Karya

Siapa bilang menulis membosankan ? itu menurut saya salah besar. Tak ada hal yang bisa membuat pemandangan menjadi sebuah dongeng, tak ada hal yang bisa membuat seonggok batu menjadi bait-bait puisi , tak ada tangisan sendu yang bisa menjadi sebuah lirik lagu. Semua itu berawal dari menulis.
Tidak perlu bermodal besar, cukup yang dipersiapkan adalah  pulpen, kertas putih dan pikiran, tentu saja dengan  imajinasi pendukung yang membuat coretan-coretan tersebut lebih hidup. Menulis itu sudah aku tekuni sejak kelas 5 sekolah dasar, senang sekali bisa bercerita lewat buku diari yang di belikan ibuku, dengan sampul pink kesukaanku , buku diari tersebut menjadi tumpahan  tiap peristiwa yang terjadi, seperti berkelahi dengan teman sebangku ku hanya karena dia tidak mau  meminjamkan pensil, di hukum guru saat terlambat datang ke sekolah, berlomba mengayuh sepeda saat pulang sekolah dan banyak peristiwa yang ku tulis di buku diari kesayanganku itu. Hingga membuatku terkikih saat membukanya lagi sekarang.
Seperti menghirup udara segar dan  merasa bebas ketika aku di suguhkan  tema untuk membuat beberapa karya, seperti puisi ataupun cerpen. Tak ayal ku panggil satu – persatu imajinasiku untuk berdansa ria di otakku dan  jari-jemariku mulai ikut menari mengikuti irama dansa sang imajinasiku. Mereka bebas terbang ke angkasa, melintasi awan dan melihat samudera luas. Ahh..aku merasa terbang . itulah sensasi saat aku menulis.
Usiaku yang tak lagi muda, tak membuat hobiku luntur sedikitpun. Meskipun menurut penelitian daya kreativitas anak TK 98% lebih baik daripada anak mahasiswa yang hanya menggunakan 30% daya kreativitasnya , itu semua tidak membuatku takut, siapa bilang mahasiswa sepertiku tidak bisa berkarya, kita bisa saja seolah-olah menjadi anak TK yang menjadikan boneka menjadi teman bermainnya. Tentu saja tidak kita bermain boneka-bonekaan  layaknya anak TK , tapi  dengan menulis . kita bisa membuat pelangi menjadi tema cerita kita , bahkan ada lagu yang terinspirasi dengan pelangi , semua pasti sudah awam dengan lagu “ Pelangi di matamu “ , itu adalah hasil imajinasi dan di tulis menjadi sebuah lirik lagu. Hebat bukan ???
Apa yang membuat seseorang kadang tidak suka menulis ? bosan ? atau tidak bisa berimajinasi ? atau  karena tak mau mencoba untuk sekedar menulis?. Semua itu alasan klasik saja. Tanpa sadar, kita telah menulis banyak hal. Setiap hari hampir 500 kata yang kita ketik baik itu sebuah SMS , status facebook, dan twet di twitter , banyak bukan?  kita menulis status dengan bahasa kita sendiri bahkan kadang seperti berpuitis , contoh saja saat galau melanda ketika putus cinta.” Kenapa kau tinggalkanku, di saat aku benar-benar mencintaimu, apalah arti hidup ini tanpa kehadiranmu” , nah seperti itu bukan ? jika setiap bait status yang di buat benar-benar di kembangkan. Bisa jadi 1 buku untuk beberapa karya itu.
Menulis bukanlah hal yang begitu sulit, tak perlu berketrampilan khusus seperti menjahit yang harus melalui kursus, cukup dengan imajinasi dan hati saja. Sebuah karangan indah akan menjadi sebuah karya. Karya yang bisa menorehkan prestasi dan menjadi kebanggaan orang tua, hobi sekaligus menciptakan karya yang bisa menginspirasi banyak orang.
Sebenarnya tulisan yang indah  adalah  tulisan yang bernyawa, bisa membuat kita larut dalam setiap bait-bait katanya. Bisa ikut menjadi pemeran utama dan merasakan apa yang di rasakan sang pemain.

Karya : Yayan Nurlian Anwar

Info lomba : http://bit.ly/1hp9ltn
Penyelenggara : Rasibook
Web : http://www.rasibook.com
Fanpage : http://www.facebook.com/Rasibook
Twitter : https://twitter.com/rasibook



0 komentar:

Posting Komentar

Total Pageviews

Sabtu, 08 Maret 2014

ANTOLOGI ku yang ke 2 Yuhuuu



Coretan Penaku Menjadi Karya

Siapa bilang menulis membosankan ? itu menurut saya salah besar. Tak ada hal yang bisa membuat pemandangan menjadi sebuah dongeng, tak ada hal yang bisa membuat seonggok batu menjadi bait-bait puisi , tak ada tangisan sendu yang bisa menjadi sebuah lirik lagu. Semua itu berawal dari menulis.
Tidak perlu bermodal besar, cukup yang dipersiapkan adalah  pulpen, kertas putih dan pikiran, tentu saja dengan  imajinasi pendukung yang membuat coretan-coretan tersebut lebih hidup. Menulis itu sudah aku tekuni sejak kelas 5 sekolah dasar, senang sekali bisa bercerita lewat buku diari yang di belikan ibuku, dengan sampul pink kesukaanku , buku diari tersebut menjadi tumpahan  tiap peristiwa yang terjadi, seperti berkelahi dengan teman sebangku ku hanya karena dia tidak mau  meminjamkan pensil, di hukum guru saat terlambat datang ke sekolah, berlomba mengayuh sepeda saat pulang sekolah dan banyak peristiwa yang ku tulis di buku diari kesayanganku itu. Hingga membuatku terkikih saat membukanya lagi sekarang.
Seperti menghirup udara segar dan  merasa bebas ketika aku di suguhkan  tema untuk membuat beberapa karya, seperti puisi ataupun cerpen. Tak ayal ku panggil satu – persatu imajinasiku untuk berdansa ria di otakku dan  jari-jemariku mulai ikut menari mengikuti irama dansa sang imajinasiku. Mereka bebas terbang ke angkasa, melintasi awan dan melihat samudera luas. Ahh..aku merasa terbang . itulah sensasi saat aku menulis.
Usiaku yang tak lagi muda, tak membuat hobiku luntur sedikitpun. Meskipun menurut penelitian daya kreativitas anak TK 98% lebih baik daripada anak mahasiswa yang hanya menggunakan 30% daya kreativitasnya , itu semua tidak membuatku takut, siapa bilang mahasiswa sepertiku tidak bisa berkarya, kita bisa saja seolah-olah menjadi anak TK yang menjadikan boneka menjadi teman bermainnya. Tentu saja tidak kita bermain boneka-bonekaan  layaknya anak TK , tapi  dengan menulis . kita bisa membuat pelangi menjadi tema cerita kita , bahkan ada lagu yang terinspirasi dengan pelangi , semua pasti sudah awam dengan lagu “ Pelangi di matamu “ , itu adalah hasil imajinasi dan di tulis menjadi sebuah lirik lagu. Hebat bukan ???
Apa yang membuat seseorang kadang tidak suka menulis ? bosan ? atau tidak bisa berimajinasi ? atau  karena tak mau mencoba untuk sekedar menulis?. Semua itu alasan klasik saja. Tanpa sadar, kita telah menulis banyak hal. Setiap hari hampir 500 kata yang kita ketik baik itu sebuah SMS , status facebook, dan twet di twitter , banyak bukan?  kita menulis status dengan bahasa kita sendiri bahkan kadang seperti berpuitis , contoh saja saat galau melanda ketika putus cinta.” Kenapa kau tinggalkanku, di saat aku benar-benar mencintaimu, apalah arti hidup ini tanpa kehadiranmu” , nah seperti itu bukan ? jika setiap bait status yang di buat benar-benar di kembangkan. Bisa jadi 1 buku untuk beberapa karya itu.
Menulis bukanlah hal yang begitu sulit, tak perlu berketrampilan khusus seperti menjahit yang harus melalui kursus, cukup dengan imajinasi dan hati saja. Sebuah karangan indah akan menjadi sebuah karya. Karya yang bisa menorehkan prestasi dan menjadi kebanggaan orang tua, hobi sekaligus menciptakan karya yang bisa menginspirasi banyak orang.
Sebenarnya tulisan yang indah  adalah  tulisan yang bernyawa, bisa membuat kita larut dalam setiap bait-bait katanya. Bisa ikut menjadi pemeran utama dan merasakan apa yang di rasakan sang pemain.

Karya : Yayan Nurlian Anwar

Info lomba : http://bit.ly/1hp9ltn
Penyelenggara : Rasibook
Web : http://www.rasibook.com
Fanpage : http://www.facebook.com/Rasibook
Twitter : https://twitter.com/rasibook



Tidak ada komentar:

Posting Komentar