Coretan
Penaku Menjadi Karya
Siapa
bilang menulis membosankan ? itu menurut saya salah besar. Tak ada hal yang
bisa membuat pemandangan menjadi sebuah dongeng, tak ada hal yang bisa membuat
seonggok batu menjadi bait-bait puisi , tak ada tangisan sendu yang bisa
menjadi sebuah lirik lagu. Semua itu berawal dari menulis.
Tidak
perlu bermodal besar, cukup yang dipersiapkan adalah pulpen, kertas putih dan pikiran, tentu saja
dengan imajinasi pendukung yang membuat
coretan-coretan tersebut lebih hidup. Menulis itu sudah aku tekuni sejak kelas
5 sekolah dasar, senang sekali bisa bercerita lewat buku diari yang di belikan
ibuku, dengan sampul pink kesukaanku , buku diari tersebut menjadi tumpahan tiap peristiwa yang terjadi, seperti berkelahi
dengan teman sebangku ku hanya karena dia tidak mau meminjamkan pensil, di hukum guru saat
terlambat datang ke sekolah, berlomba mengayuh sepeda saat pulang sekolah dan
banyak peristiwa yang ku tulis di buku diari kesayanganku itu. Hingga membuatku
terkikih saat membukanya lagi sekarang.
Seperti
menghirup udara segar dan merasa bebas
ketika aku di suguhkan tema untuk
membuat beberapa karya, seperti puisi ataupun cerpen. Tak ayal ku panggil satu
– persatu imajinasiku untuk berdansa ria di otakku dan jari-jemariku mulai ikut menari mengikuti
irama dansa sang imajinasiku. Mereka bebas terbang ke angkasa, melintasi awan
dan melihat samudera luas. Ahh..aku merasa terbang . itulah sensasi saat aku
menulis.
Usiaku
yang tak lagi muda, tak membuat hobiku luntur sedikitpun. Meskipun menurut
penelitian daya kreativitas anak TK 98% lebih baik daripada anak mahasiswa yang
hanya menggunakan 30% daya kreativitasnya , itu semua tidak membuatku takut,
siapa bilang mahasiswa sepertiku tidak bisa berkarya, kita bisa saja
seolah-olah menjadi anak TK yang menjadikan boneka menjadi teman bermainnya.
Tentu saja tidak kita bermain boneka-bonekaan layaknya anak TK , tapi dengan menulis . kita bisa membuat pelangi
menjadi tema cerita kita , bahkan ada lagu yang terinspirasi dengan pelangi ,
semua pasti sudah awam dengan lagu “ Pelangi di matamu “ , itu adalah hasil
imajinasi dan di tulis menjadi sebuah lirik lagu. Hebat bukan ???
Apa
yang membuat seseorang kadang tidak suka menulis ? bosan ? atau tidak bisa
berimajinasi ? atau karena tak mau mencoba
untuk sekedar menulis?. Semua itu alasan klasik saja. Tanpa sadar, kita telah
menulis banyak hal. Setiap hari hampir 500 kata yang kita ketik baik itu sebuah
SMS , status facebook, dan twet di twitter , banyak bukan? kita menulis status dengan bahasa kita
sendiri bahkan kadang seperti berpuitis , contoh saja saat galau melanda ketika
putus cinta.” Kenapa kau tinggalkanku, di saat aku benar-benar mencintaimu,
apalah arti hidup ini tanpa kehadiranmu” , nah seperti itu bukan ? jika setiap
bait status yang di buat benar-benar di kembangkan. Bisa jadi 1 buku untuk
beberapa karya itu.
Menulis
bukanlah hal yang begitu sulit, tak perlu berketrampilan khusus seperti
menjahit yang harus melalui kursus, cukup dengan imajinasi dan hati saja. Sebuah
karangan indah akan menjadi sebuah karya. Karya yang bisa menorehkan prestasi
dan menjadi kebanggaan orang tua, hobi sekaligus menciptakan karya yang bisa
menginspirasi banyak orang.
Sebenarnya
tulisan yang indah adalah tulisan yang bernyawa, bisa membuat kita larut
dalam setiap bait-bait katanya. Bisa ikut menjadi pemeran utama dan merasakan
apa yang di rasakan sang pemain.
Karya : Yayan Nurlian Anwar
Penyelenggara : Rasibook
Web : http://www.rasibook.com
Fanpage : http://www.facebook.com/Rasibook
Twitter : https://twitter.com/rasibook






0 komentar:
Posting Komentar